Cara Pendaftaran Akun Google Workspace Guru untuk Program Gemini Academy Madrasah
- account_circle ijul07
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
- visibility 965
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Halo, Bapak/Ibu Guru dan rekan-rekan Tenaga Kependidikan (GTK) madrasah di seluruh penjuru Tanah Air!
Kalau kita perhatikan ritme dunia pendidikan belakangan ini, perubahannya terasa begitu cepat, ya? Rasanya baru kemarin kita beradaptasi dengan kurikulum baru dan rapor digital, sekarang kita sudah diajak berlari lagi menyambut era Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam rupanya tidak main-main dalam urusan transformasi digital ini. Madrasah tidak boleh tertinggal; madrasah harus berada di garis depan.
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Kemenag saat ini tengah menggulirkan sebuah program yang sangat strategis dan, jujur saja, sangat keren: Program Gemini Academy Madrasah Tahun 2026. Fokus utama dari program ini adalah melatih dan meningkatkan kompetensi kita, para guru dan tenaga kependidikan, agar luwes memanfaatkan teknologi AI dalam kegiatan belajar mengajar. Bayangkan, ke depannya membuat modul ajar, merancang media pembelajaran interaktif, hingga menyusun analisis evaluasi bisa dibantu oleh kecerdasan buatan. Pekerjaan administratif berkurang, waktu untuk mendampingi siswa jadi lebih banyak.
Namun, sebelum kita melompat ke bagian serunya (pelatihannya itu sendiri), ada satu “tiket masuk” wajib yang harus kita kantongi: Akun Google Workspace for Education (GWS) resmi dari kementerian. Tanpa akun ini, pintu menuju Gemini Academy tidak akan terbuka.
Mengingat hari ini kita sudah berada di minggu kedua bulan Mei, tenggat waktu 15 Mei 2026 rasanya sudah di depan mata. Jika sampai terlewat dari tanggal tersebut, mohon maaf, nama Bapak/Ibu berpotensi besar tidak akan terdaftar sebagai peserta. Oleh karena itu, mari kita sisihkan waktu sejenak, siapkan secangkir kopi atau teh hangat, dan mari kita bahas tata cara pendaftarannya secara tuntas, santai, dan anti-ribet.
Fase 1: Persiapan Amunisi (Sebelum Membuka Link)
Kesalahan terbesar yang sering terjadi saat mengisi formulir online adalah kebiasaan langsung mengklik link tanpa menyiapkan data. Ujung-ujungnya? Session timeout, harus mengulang dari awal, dan mood langsung berantakan.
Agar prosesnya lancar jaya, siapkan “amunisi” berikut ini di atas meja Anda:
-
KTP Asli atau Kartu Keluarga: Jangan mengandalkan ingatan untuk nomor NIK. Kurang satu angka saja, data Bapak/Ibu akan mental saat divalidasi dengan database nasional. Siapkan fisiknya.
-
Akses ke Akun EMIS GTK / Simpatika: Ini ibarat “jantung”-nya data madrasah. Kita akan membutuhkan PTK_ID (Peg ID) dan data alamat email madrasah yang terdaftar di sana. Kalau lupa password, segera hubungi operator madrasah kesayangan Anda.
-
Data Identitas Madrasah: Pastikan Bapak/Ibu hafal (atau punya catatannya) mengenai NSM (Nomor Statistik Madrasah) dan NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional), beserta nama resmi lembaga tanpa singkatan.
-
Email Aktif: Siapkan email pribadi yang masih hidup dan bisa dibuka, syukur-syukur kalau Bapak/Ibu sudah punya email dengan domain madrasah.
Sudah siap semuanya? Tarik napas panjang, mari kita mulai eksekusinya.
Fase 2: Eksekusi Pengisian Formulir (Langkah Demi Langkah)
1. Masuk ke Jalur Resmi
Buka peramban (browser) di laptop atau smartphone Bapak/Ibu. Sangat disarankan menggunakan Google Chrome agar lebih mulus. Ketik atau klik tautan resmi ini: https://bit.ly/KemenagGWSGuru2026. Pastikan sinyal internet sedang bersahabat agar tidak error di tengah jalan.
2. Memasukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan)
Lirik KTP Anda, lalu ketikkan 16 digit NIK secara hati-hati. Ingat, ketik angkanya saja. Tidak perlu ditambahi titik, spasi, atau tanda strip. Pastikan deretannya pas 16 angka, tidak lebih dan tidak kurang. Sistem pusat akan langsung mengawinkan data ini dengan Dukcapil.
3. Mencari dan Mengisi PTK_ID (Peg ID)
Ini yang kadang bikin bingung. PTK_ID adalah nomor identitas GTK Bapak/Ibu yang jumlahnya 14 digit. Kalau lupa, jangan panik. Buka tab baru, login ke akun EMIS GTK (bisa yang reguler atau Simpatika), lalu masuk ke menu profil Bapak/Ibu. Di sana nomor ini terpampang jelas. Copy saja nomor tersebut, lalu paste ke formulir pendaftaran. Praktis dan minim risiko salah ketik.
4. Kolom NPK (Nomor Pendidik Kemenag)
Bagaimana kalau belum punya NPK? Tenang saja, Kemenag sangat pengertian. Kolom NPK ini sifatnya opsional. Jika Bapak/Ibu sudah mengantongi NPK, silakan diisi sebagai pelengkap data. Jika belum punya, lewati saja atau kosongkan. Tidak akan membuat pendaftaran Anda gagal.
5. Penulisan Nama Lengkap
Tulis nama lengkap Bapak/Ibu sesuai dengan yang tertera di dokumen sah seperti Ijazah terakhir atau SK pengangkatan. Satu hal yang perlu diperhatikan: Jangan cantumkan gelar akademik maupun gelar keagamaan, kecuali jika di formulir tersebut secara spesifik meminta penulisan gelar. Cukup nama murninya saja, misalnya: Ahmad Faisal atau Siti Aminah.
6. Status dan Jabatan
Pilih peran utama Bapak/Ibu di madrasah saat ini. Apakah sebagai Guru, Tenaga Kependidikan (Tendik/TU), atau Pengawas? Pilihlah opsi yang paling sesuai dengan status yang tercatat di sistem EMIS. Jangan sampai di EMIS terdaftar sebagai Guru, tapi di formulir memilih Tendik, nanti datanya akan berbenturan.
7. Mata Pelajaran Utama
Bagi Bapak/Ibu Guru, ketikkan mata pelajaran yang Anda ampu. Tuliskan dengan jelas, misalnya: Pendidikan Agama Islam, Matematika, atau Bahasa Indonesia. Bagaimana jika Bapak/Ibu mengajar lebih dari satu mapel atau merangkap? Cukup tuliskan satu mata pelajaran utama yang jam mengajarnya paling banyak atau yang menjadi basis sertifikasi Anda.
8. Memasukkan Identitas Madrasah (NSM & NPSN)
Ini bagian krusial yang sering tertukar.
-
NSM (Nomor Statistik Madrasah): Jumlahnya ada 12 digit angka.
-
NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional): Jumlahnya lebih sedikit, yakni 8 digit angka. Setelah itu, tuliskan nama madrasah tempat Bapak/Ibu bernaung dengan ejaan yang lengkap dan resmi. Hindari singkatan gaul atau singkatan internal. Alih-alih menulis “MTsN 1 MDN”, tulislah secara utuh: MTs Negeri 1 Medan.
9. Memilih Jenjang Madrasah
Sangat mudah, tinggal klik sesuai rumah tempat Anda mengabdi: RA, MI, MTs, atau MA.
10. Email Google Madrasah yang Sudah Ada
Langkah ini khusus bagi Bapak/Ibu yang kebetulan sudah pernah dibuatkan email berakhiran @madrasah.kemenag.go.id. Kalau lupa apa emailnya, Bapak/Ibu bisa meminta tolong ke operator madrasah untuk mengeceknya melalui EMIS 4.0 di menu Guru & Tendik >> Daftar GTK >> Lihat Detail. Namun, jika madrasah Anda memang belum pernah mendapatkan email tersebut, tidak perlu memaksakan diri. Kolom ini boleh dikosongkan.
11. Memilih Username Email Baru (Momen Berkreasi)
Nah, di bagian ini Bapak/Ibu diminta mengajukan nama depan (username) untuk akun GWS baru nanti. Pilihlah nama yang mencerminkan profesionalitas. Gunakan huruf kecil semua, tanpa spasi, dan hindari penggunaan simbol-simbol aneh. Contoh yang baik: budi.santoso atau nurulhidayah. Contoh yang kurang tepat: gurukece88 atau budi_yg_selalu_sabar. Username ini akan melekat di nama belakang @madrasah.kemenag.go.id milik Anda. Jadi, buatlah sesederhana dan semudah mungkin untuk diingat.
12. Pengecekan Akhir dan Pengiriman (Finalisasi)
Hold on! Jangan buru-buru klik kirim. Tarik kursor Anda ke atas, baca ulang perlahan dari kolom pertama hingga akhir. Pastikan 16 digit NIK sudah benar. Pastikan 14 digit PTK_ID tidak ada yang terbalik. Jika hati sudah mantap, barulah klik tombol KIRIM. Setelah muncul notifikasi bahwa formulir berhasil terekam, wajib screenshot (tangkap layar) halaman tersebut sebagai bukti kuat bahwa Bapak/Ibu sudah menyelesaikan pendaftaran tepat waktu.
Catatan Penting Anti-Gagal (Mohon Diingat!)
Sistem pendaftaran ini tidak berdiri sendiri, melainkan langsung “berbicara” dengan database pusat. Oleh karena itu, hukum tertingginya adalah: Konsistensi Data. Pastikan semua data yang Bapak/Ibu masukkan di formulir ini plek-ketiplek (sama persis) dengan data yang ada di akun EMIS. Selain itu, dilarang keras meminjam email orang lain untuk didaftarkan, karena ini menyangkut identitas digital dan hak akses pelatihan Bapak/Ibu ke depannya.
Menyongsong Masa Depan Madrasah
Bapak/Ibu yang luar biasa, Program Gemini Academy Madrasah Tahun 2026 ini bukan sekadar proyek gaya-gayaan. Ini adalah sebuah upaya masif untuk memastikan bahwa literasi digital kita terus terasah. Dengan menguasai AI, kita bisa menemukan inovasi-inovasi metode mengajar yang lebih segar, efisien, dan tentunya menarik minat generasi Z dan Alpha yang menjadi murid-murid kita.
Jadi, jangan tunda lagi. Lakukan pengisian formulir ini sekarang juga, mumpung 15 Mei 2026 belum tiba. Mari bersama-sama kita buktikan bahwa madrasah bukan hanya hebat dalam ilmu agama, tetapi juga terdepan dan adaptif dalam menunggangi gelombang teknologi masa depan.
Selamat mendaftar, dan sampai jumpa di ruang kelas digital Gemini Academy!
- Penulis: ijul07